[Video]  Indonesia Motorcycle History Sukses Digelar..Bersama komunitas Motor Suzuki Rame Acaranya..! 

Apipotoblog.com –  Bro,Indonesia Motorcycle  History (IMH) 2017 yang digelar di Synthesis Residence Kemang, Minggu kemarin ,…  Selain komunitas motor Suzuki, hadir juga komunitas lain yakni Bikers Brotherhood Motorcycle Club (BBMC) hingga Royal Riders Indonesia (RORI).

Tommy Dwi Djatmiko alias Mastom dari Mastomcustom, selaku penggagas acara IMH 2017 mengatakan, acara ini merupakan ajang edukasi untuk memperkenalkan sejarah Suzuki di Indonesia. Namun dikemas dengan cara yang menyenangkan yakni kongkow-kongkow khas anak motor.
Mastsomcustom memperkenalkan motor pertama milik Yok Koeswoyo yang sangat bersejarah, yakni Suzuki A100.
Mastom dari Mastomcustom Automotive Artworks bercerita, dalam proses pencarian motor legendaris ini, Mastomcustom menemukan sebuah motor Suzuki A100 tahun 1974 di Jawa Timur atas bantuan dari Bikers Brotherhood MC East Java Chapter. Pada BPKB tertulis tangan pertama milik seorang musisi legendaris Koes Plus yakni Yok Koeswoyo. Motor tersebut kemudian dibeli oleh Mastom untuk kemudian direstorasi.
“Harga pasaran Suzuki A100 sebenarnya Rp 3 juta sampai Rp 4 juta. Tapi karena motor ini dulunya milik Om Yok Koeswoyo, harganya naik menjadi beberapa kali lipat. 

Tapi buat saya itu tidak menjadi masalah. Yang penting saya akhirnya bisa membuat acara Indonesia Motorcycle History dan bisa bertemu dengan Om Yok,” ujar Mastomcustom. 
Bisa melihat kembali motor pertamanya yang sudah direstorasi, Yok Koeswoyo mengaku bangga. Ia juga bercerita sejak dulu memang selalu setia dengan merek Suzuki, baik itu yang roda dua maupun roda empat.
“Ini kan yang membuat tidak hanya satu orang ya, tapi ada macam-macam. Ini membuktikan kalau kita bersama, kita pasti mampu,” ujar Yok Kuswoyo saat dimintai komentarnya mengenai hasil Restorasi Suzuki A100 miliknya.

Seingat Yok Koeswoyo, ada beberapa bagian yang telah berubah dari motor pertamanya itu. Selain aksesori, tangki Suzuki A100 juga telah berubah warna dari merah menjadi hijau.
Mastom menambahkan, motor yang telah direstorasi ini nantinya akan disumbangkan untuk Museum Koes Plus jika dirinya kelak tutup usia. Proses restorasi juga masih akan terus berlanjut sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
“Motor ini tidak akan saya jual atau saya wariskan ke anak-anak. Kalau nanti saya meninggal, akan saya sumbangkan untuk Museum Koes Plus,” 
”Saya ingin membuat event yang menceritakan sejarah soal motor di Indonesia namun dengan mengambil sisi lain. Karena motor bukan hanya sekadar kendaraan namun juga memiliki ikatan emosional seperti dengan musik. Gayung bersambut karena didukung Suzuki, Eiger dan Synthesis Kemang,” 
Seiji Itayama, 2W Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan, acara ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sejarah Suzuki di Indonesia. Sebab mungkin buat generasi sekarang hanya tahu beberapa model Suzuki masa kini.
“Kami ucapkan selamat atas kesuksesan acara ini. Semoga bisa konsisten ada pada tahun-tahun ke depan. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya mengangkat produk-produk legendaris Suzuki sebagai bintang dan mengenalkannya kepada masyarakat,” 
Selain itu Konsep acara yang memadukan pameran motor serta mengisahkan perjalanan Suzuki di dunia termasuk di Indonesia ternyata menarik minat masyarakat. Selain pameran, ada juga atraksi seni bela diri, freestyle, lomba mewarnai buat anak-anak, dan hiburan musik.

Hadir motor Legendaris  RGR150 Dan RGR400 Gamma  


tampil motor Suzuki legendaris yakni RG Gamma 400 2-tak 4-silinder. Motor ini popular di jamannya sebab mengusung konsep mesin unik yang disebut U-four. Motor lainnya yakni RGR 150, motor sport entry level Suzuki di era 90-an.
Ada beberapa bintang legendaris Suzuki yang akan hadir seperti Suzuki Power Free, A100 dan FR70 yang telah mempunyai tempat spesial dan istimewa di hati masyarakat Indonesia karena keunikan, performa dan gayanya. Model legendaris tersebut menjadi pembentuk awal brand image Suzuki sebagai motor anak muda yang dinamis dan bergaya di Indonesia. Pada acara ini juga akan menampilkan tribute untuk salah satu musisi legendaris Indonesia dalam wujud sebuah motor Suzuki.

Selain ketiga tipe motor Suzuki yang legendaris tersebut, pada ajang IMH2017 juga akan ditampilkan sederet motor-motor fenomenal Suzuki lainnya seperti Suzuki RG400 Gamma, RGR150, TS125, Thunder 250 hingga yang menjadi idola masa kini GSX-S150. Seluruh motor Suzuki legendaris yang dipajang tidak hanya bisa dinikmati oleh pengunjung, namun penyelenggara juga memberikan kesempatan bagi siapapun untuk melanjutkan pelestarian sejarah motor-motor tersebut, tentunya dengan persyaratan yang telah ditentukan.


Advertisements

Silahkan Di Komentari Sob